Arkib

Archive for Mac 2010

April Fool…Siapa Yang Fool ?

Mac 31, 2010 1 komen

Salam dari laci ketololan sang jerangkung…

Tiap tanggal 1 April, ada saja orang terutama anak-anak muda yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu jenaka. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai April Mop. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan cara penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What? (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005).

SEJARAH APRIL MOP/FOOL !!!

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The Aprils Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Quran tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Quran. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Quran. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan! demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).

Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.

So apakah anda termasuk orang yang merayakannya?
( Petikan dari http://abijay.wordpress.com/2008/06/25/sejarah-april-mop/ )

Jelasnya ia fool!

Terungkap pada sabda Nabi SAW:

lubangdhab.jpg

“Kamu akan mengikuti sunnah umat sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sehinggakan jika mereka memasuki lubang biawak (dhab) nescaya kamu akan mengikuti mereka. Sahabat bertanya: Adakah mereka itu kaum Yahudi dan Nasrani, wahai Rasulullah? Sabda Baginda SAW: Ya, siapa lagi kalau bukan mereka?” - [Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim]

www.saifulislam.com

Si Beloot : Walaupun sesetengah pendapat mengatakan bahawa peristiwa yang dikatakan sebagai sejarah ini tidak begitu pasti kesahihannya. Namun rasanya tidak salah kiranya kita mengambil ia sebagai iktibar….

Categories: Al Beloot, Santai, Umum

Kenapa Harus Tangguh Tidur ?

Salam dari almari jiran depan rumah…

Aku terima e-mail dari sorang kawan… Memberi aku suatu pesanan. Jadikan panduan sebelum mata kau pejamkan….katanya !

Jangan Tidur Lagi….

Seorang hakim berkata: “Seorang tidak boleh tidur sehingga menyelesaikan empat perkata”
• Jangan tidur selama dia percaya atas bumi ada musuh, sehingga minta halalnya, sebab kemungkinan dia mati sehingga dituntut oleh Allah s.w.t
• Jangan tidur jika masih rasa berdosa dan belum taubat daripadaNya, sebab kemungkinan dia mati dan dianggap terus dalam berdosa
• Jangan tidur sehingga menulis wasiat yang tepat, sebab mungkin dia mati tanpa meninggalkan wasiat
• Jangan tidur jika masih belum menyelesaikan kewajipan kepada Allah s.w.t

Seorang lagi hakim berkata: “Seorang di waktu pagi harus niat empat perkara”
• Menunaikan kewajipan terhadap Allah s.w.t
• Meninggalkan larangan Allah s.w.t
• Menyelesaikan dengan orang yang dia ada hubungan dagang dan sebagainya
• Memperbaiki hubungan dengan lawannya
Maka jika dia pagi-pagi ada niat yang demikian ada harapan termasuk orang soleh yang untung.

Manusia pada waktu pagi ada tiga macam:
• Sebahagian mencari harta
• Sebahagian mencari dosa
• Dan sebahagian mencari jalan yang diredhai Allah s.w.t

i. Yang sibuk mencari harta, maka dia tidak akan makan lebih daripada rezekinya meskipun hartanya sangat banyak.
ii. Dan yang sibuk mencari dosa, maka pasti mendapat kehinaan
iii. Dan yang mencari jalan menuju keredhaan Allah s.w.t, maka Allah s.w.t akan memberinya rezeki dan jalan.

Si Beloot : pejam celik pejam celik pejam celik…pastu pejam tak celik celik…

Categories: Al Beloot, Santai, Tazkirah, Umum

Apakah Dia Kunci-kunci Syurga Itu ?

Salam dari luahan sang Jerangkung…

Andai ada yang bertanya,” Apakah dia kunci-kunci syurga itu ?…”

Untuk menjawab persoalan ini, mari kita ikuti satu kisah benar yang terjadi di antara seorang pemuda Muslim dan seorang paderi Katolik.

Kisah ini menyimpan banyak rahsia besar. Rahsia yang menyingkap apakah silibus yang diajar kepada setiap paderi Katolik di Vatikan. Dan apakah fungsi Al-Quran di dalam altar khas di Perpustakaan Vatikan.

Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan pengajiannya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang juru dakwah Islam.

Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula-mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini.” Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya.

Hingga akhirnya paderi itu berkata, “Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang Muslim?” Paderi itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.”

Kemudian dia beranjak hendak keluar.

Namun, paderi ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.

Paderi berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silakan!”

Sang paderi pun mulai bertanya, “Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada lapannya, lapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya.”

“Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!”

“Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?”

“Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam syurga?”

“Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?”

“Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!”

“Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?”

“Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?”

“Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!”

“Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”

Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah. Setelah membaca Bismillah dia berkata,

-Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..

-Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. Berfirman, “Dan Kami jadikan malam Dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’: 12).

-Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.

-Lima yang tiada enamnya ialah solat lima waktu.

-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.

-Tujuh yang tiada lapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. Berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).

-Lapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy Ar-Rahman. Allah s.w.t. Berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada Hari itu lapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).

-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu Dan belalang.

-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah s.w.t. Berfirman, “Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).

-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf.

-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu.” Lalu memancarlah daripadanya dua belas Mata air.” (Al-Baqarah: 60).

-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (At-Takwir: 18).

-Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

-Mereka yang berdusta namun masuk kedalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barangkami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, “tak ada cercaan terhadap kamu semua.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagi muka pada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang .” (Yusuf:98)

-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai. Allah s.w.t. berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keldai.” (Luqman: 19).

-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.

-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).

-Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).

-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah s.w.t. “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).

-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.

Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja.

Permintaan ini disetujui oleh paderi. Pemuda ini berkata, “Apakah kunci syurga itu?” mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kebimbangannya, namun tidak berhasil.

Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak. Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!”

Paderi tersebut berkata, “Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah.” Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Paderi pun berkata, “Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.”

Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertakwa.
________________________________________
(Di petik dari Mausu’ah al-Qishash al-Waqi’ah)

Si Beloot : Nikmat Tuhan yang mana lagi hendak kamu dustakan !!!

Categories: Al Beloot, Santai, Tazkirah, Umum

Allah Selamatkan Saya Ketika Derita

Salam dari almari jiran sebelah…

Duit RM1.00 di telapak tangan, saya genggam kemas. Untuk membeli minuman pun belum tentu lepas. Kebetulan malam itu saya sangat-sangat lapar. Lalu tanpa hala tuju yang jelas, saya singgah sebentar di sebuah surau berdekatan rumah sewa untuk menunaikan solat isyak.

Tahun itu 1998, ketika saya masih bujang. “Apalah yang boleh dibuat dengan duit ini…?” kata hati, sambil tangan terus memasukkan wang itu tadi ke tabung surau. Ya, lebih baik bersedekah dan belajarlah bersabar menahan sengsara.

Cuba-cubalah selami, orang yang tak punya harta, kata naluri kecil. Bayangkanlah perasaan bila menatap wajah si kecil yang sentiasa menanti kepulangan ayah bonda dengan buah tangan, aneka kuih, lauk pauk atau alas perut yang sebenarnya tidak pernah kunjung tiba dan hanya mimpi semata-mata.

Teringat sebuah rancangan televisyen, ketika wartawan menemubual seorang kanak-kanak lelaki berusia 10 tahun, daripada keluarga susah dan daif. “Jika ada duit, adik nak makan apa?” tanya wartawan wanita itu tentang hasrat dan cita-cita sikecil itu jika punya cukup belanja. “Roti canai…” jawab kanak-kanak ini tersekat-sekat dengan wajah yang menunduk malu.

Pilu rasanya, bayangkan makanan bernilai 70 sen ketika itu pun tidak mampu dibeli. Biarlah malam ini saya merasa pula.

Selesai solat, saya kembali ke rumah sewa, tempat tinggal bersama tujuh rakan yang lain, yang masing-masingnya tidak ada di rumah. Tidur untuk menahan lapar, saya pun melabuhkan tubuh di atas lantai ruang tamu, sambil cuba memejamkan mata. Tidur, jalan terbaik menahan lapar kata hati lagi.

Hati memujuk diri sambil sesekali berdoa, agar hari esok akan lebih baik daripada hari ini. Moga ujian ini tidak berpanjangan dan penghapusan dosa dan kesalahan saya selama ini.

Tiba-tiba selang beberapa minit, pintu rumah diketuk bertubi-tubi. “Nah, kami teringat kat Azamin, saja beli nasi goreng lebih,” kata jiran, sepasang suami isteri beranak dua kepada saya sambil menghulurkan bungkusan makanan itu.

Setelah rapat menutup pintu, air mata saya tumpah. Terharu yang amat. Rasa kerdilnya diri. Bagaimana Allah telah menyelamatkan saya malam itu…hanya kerana secebis doa dan sedekah yang secubit cuma. Benarlah kata orang dan ahli agama, bersedekahlah, nescaya dirimu diganjar Allah. Jika tidak di dunia, akhirat kelak, saham kita akan bercambah-cambah.

Itu kejadian pertama, lalu muncul pula kisah kedua, antara peristiwa aneh daripada pengalaman hidup saya yang cukup sulit, perit dan sakit. Keperitan dilalui sehingga pernah saya bekerja mencuci kereta, menjadi pelayan di kedai makan, mencuci kasut orang, mengutip hutang seperti ‘Ah Long’, menjadi pengawal keselamatan dan ‘house-keeping’ di resort dan aneka kerja untuk meneruskan kehidupan di ibukota.

Pernah dua hari, saya sekadar meneguk air sejuk semata-mata lantaran tiada wang untuk menjamu selera. Ada juga kalangan kawan-kawan yang menawarkan ‘kerja’, namun saya tolak kerana menjadi ‘pusher’ dan jual paket-paket ganja, jadi ‘bouncer’ di kelab malam dan upah ‘menarik’ kereta mewah adalah kerja-kerja yang mengundang padah.

Saya rela berlapar daripada menempah bahaya dan memalukan ayah bonda. Saya yakin, jika kita mengelak, Allah akan pasti membantu kita.

Seperti kisah, ketika saya bekerja di sebuah syarikat saham di Jalan Raja Chulan, Kuala Lumpur. Pendapatan saya dikira agak boleh tahan jika dicampur dengan kerja lebih masa sehingga subuh hari.

‘Tak boleh sembahyang Jumaat!’

Saya bekerja di bahagian ‘script processing’ dan ‘data entry’. Masa itu, masih wujud sijil-sijil saham jenis kepingan kertas yang perlu dikira satu persatu sehingga mencecah ribuan setiap hari.

Suatu hari, ketika saya pulang ke pejabat selepas mengerjakan solat Jumaat kira-kira jam 2.45 petang, seorang pegawai muda menengking saya dengan tidak semena-mena. “Kenapa baru balik? Pergi mana?” jerkahnya. “Sembahyang. Hari inikan Jumaat,” saya jelaskan dengan santun.

“Sembahyang banyak lama ka? Kawan-kawan awak pun tak sembahyang, lain kali tak payah pergi sembahyang!” katanya tidak puas hati.

Ya, salah kawan-kawan saya juga yang sebilangannya jika hari Jumaat akan ‘solat’ di Pertama Kompleks, Bukit Bintang dan mana-mana tempat mereka lazim ‘bersidai’.

“Apa?!! Tak payah sembahyang? Tak pa, sekarang juga saya berhenti!!!” kata saya melawan sambil meninggalkan pegawai itu terkebil-kebil sendiri. Kejadian itu disaksikan oleh ramai rakan-rakan saya, yang juga tidak sembahayang.

Pada saya, rezeki milik Allah, dan bekerja mestilah diredhai oleh-Nya. Alhamdullilah, saya menganggur hanya seminggu sahaja, apabila seorang “Remiser” mengambil saya berkerja sebagai “Asistant” di syarikat yang sama, dan saya berurusan dengan mamat pegawai ini dalam suasana yang berbeza – bukan di bawah telunjukknya lagi.

Kembali kepada kisah ajaib yang berlaku kepada saya. Tetapi, bagi Tuhan yang Maha Kuasa ianya, tidak mustahil boleh berlaku kepada sesiapa yang Dia mahu. Yang pasti, pintalah.

Suatu malam, saya sudah tenggelam punca. Maklumlah wang saya sudah habis. Bukan sebab berfoya-foya, membeli itu ini sesuka rasa tetapi gaji yang diterima cukup-cukup makan saja. Lebih parah, esok untuk ke tempat kerja, tambang bas pun tidak ada.

Untuk meminjam, saya sudah tidak sanggup menebalkan muka. Saya hamparkan sejadah, solat sunat dua rakaat. Inilah antara pesan yang ditinggalkan oleh ibu yang tercinta dan arwah guru saya. “Jika kau susah sangat, solatlah dua rakaat dan pintalah pada Allah apa yang dihajat,” ingat mereka kepada saya.

Teresak-esak saya menangis. Tak tahu nak dikatakan apa lagi. Malu pada Tuhan yang amat. Ada kala saya tidak mensyukuri nikmat. Saya tidak tahu kemana lagi hendak dituju. Untuk bergantung kepada manusia, saya sudah tidak mampu. Aib dan cukup-cukup malu!

Bak kata seorang sahabat Nabi tentang kemiskinan yang dilaluinya… “Jikalau aku diam, aku akan lapar, jika aku bersuara untuk berhutang, aku menambahkan malu di muka.” Ya, begitulah juga dengan saya.. hanya pada Allah saya berharap.

Seusai bermunajat, ambil sebuah Quran kecil milik saya untuk membasahkan lidah dengan surah-surah kalimah Allah buat menenang jiwa yang resah. Tatkala membuka helaian demi helaian Quran itu, tiba-tiba terselit sekeping wang RM50.00 di situ.

Berjurai air mata saya, lantaran kesyukuran kerana Allah membantu saya dengan cara yang tidak disangka-sangka…

Ini bukan kisah rekaan, malah saya percaya Allah juga pernah dan telah membantu manusia-manusia di luar sana hatta pembaca dengan jalan penyelesaian yang tidak diduga. Ada dengan cara fitrah manusia, ada dengan cara logik akal, ada yang lambat, ada yang cepat dan ada yang tidak dijangka-dijangka dan mustahil diterima waras manusia.. itulah Allah, yang amat menyayangi hamba-Nya.

Yakinilah bantuan Allah SWT, sangka baiklah dengan Allah SWT, nescaya Allah SWT bersama hamba-Nya yang bersangka baik dan taat pada-Nya.

Seperti sebuah hadis Qudsi ertinya: Allah menyebut: “Aku berada di atas sangkaan hamba-hambaKu.”

Isteri menangis, anak tersenyum sehingga lena

Sekitar tahun 2002, Allah juga pernah ‘menyelamatkan’ saya pada suatu malam ketika benar-benar kesempitan wang. Malam itu, susu anak sulung saya habis. Berdebar jantung lantaran, hanya kepingan-kepingan syiling saja yang tinggal. Saya dan isteri juga, tidak menjamah walau secebis makanan.

Tiba saat yang cukup perit dan payah untuk dihadapi tatkala, si comel saya merapati ibunya, minta dibuatkan susu. Ketika itu isteri saya sudah tidak sanggup melihat keadaan itu. Saya dengan hati yang luluh, lantas mencapai botol susu lalu menuangkan air suam ke dalamnya.

Anak sulung saya, berkerut kehairanan kerana botol susu itu tidak berwarna, tetapi berkaca sama seperti air mata ayah dan ibunya. Namun tanpa banyak rengekkan, dia capai lalu menghisap botol tersebut.

Beberapa saat kemudian, dia berhenti lantas memandang saya… Bimbang benar jika dia menjerit dan menangis malam itu kerana tidak dapat meminum susu. Alangkah aibnya saya, jika jiran semua tahu letak duduknya keadaan saya, sehingga anak menjerit kelaparan.

Isteri saya juga panik, dan pucat kesi wajahnya menantikan reaksi si sulung seterusnya. Saya bersabar menunggu detik itu… Sambil memegang botol susu, anak sulung saya merenung wajah kami berdua seraya berkata : “Mmm…sedap..” Dan dia mengukirkan senyuman paling manis di wajahnya dan sudah cukup untuk ‘mencarik-carikkan’ nurani saya.

Aduhai, sebak terasa di dada. Isteri saya sudah tidak dapat menahan sedih, menangis semahu-mahunya. Si sulung kembali menyusu air suam sehinggalah terlena..

Sebenarnya, ujian-ujian yang Allah berikan ini sama ada kepada saya atau yang lain, adalah untuk menguatkan jiwa, iman dan keteguhan manusia menghadapi cabaran getir dan mengukuhkan lagi kebergantungan kepada-Nya.

Ketika menghadapinya terasa cukup sakit namun setelah berjaya melintasinya, ianya cukup nikmat. Pengalaman pahit umpama ‘universiti terbaik’ hidup kita selama ini. Dan setiap ujian yang diberikan, adalah sesuai dengan kemampuan seseorang.

Masalah-masalah saya, tidak diberikan dan berbeza kepada orang lain kerana khuatir mereka tidak dapat menanggungnya. Begitu juga masalah mereka, tidak diberikan kepada saya, khuatir saya hilang punca dan tidak upaya menahan bebannya.

Dan ujian Allah adalah berdasarkan kemampuan manusia seperti firmannya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannyaa33;” (Al-Baqarah: 286)

Begitulah Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasihani. Adakala hidup ini dilalui dengan pelbagai himpitan, masalah, ujian namun kita tidak keseorangan dalam menghadapinya. Allah itu kan ada, mendengar rintihan kita.

Jika anda rasa, anda susah betapa ramai lagi yang tak pernah kenal erti apa itu lampu, pendingin hawa atau makanan enak menjilat rasa. Atau sekadar menjamah pucuk-pucuk paku di belakang rumah atau sayur ulaman di kaki longkang.

Baju lusuh bertukar warna, menjadi teman di Hari Raya. Mereka lebih derita dan lara.

Jikalau anda rasa hebat, sebenarnya ramailah lagi, jauh lebih hebat daripada anda. Esok anda hebat, lusa mungkin anda merempat. Belum tahu, justeru pintalah pada yang Esa agar perjalanan hidup anda sentiasa direstu dan dilindungi selalu.

Terus- terang saya katakan, di sebalik cabaran, dugaan dan asakan yang mendatang, adakalanya saya juga ‘frust’ dan tewas. Kecewa umpama ‘mati’ sebelum mati. Api juang adakala naik menjulang namun lazimnya padam dan kecundang.

Di sebalik tulis-tulisan saya dan rintangan yang dihadapi, mahu sahaja saya berhenti daripada mencebis kata-kata namun surat-surat pembaca dan puluhan email yang saya terima, ‘menghidupkan’ saya semula.

Semua ini dengan hidayah dan kekuatan yang tuhan berikan. Kata seorang tua kepada saya, sebanyak mana orang menyukai kita, mungkin sebanyak itulah orang membenci kita. Justeru janganlah kita mendabik dada, kerana dunia ini pinjaman semata-mata.

Ada pembaca yang menceriakan saya, ada yang lebih susah hidupnya dan lebih hebat pengorbanannya malah tidak kurang juga yang menegur dan mengkritik saya. Sesungguhnya, pandangan, dan teguran pembaca dan cerita-cerita mereka, menyuntik semangat di dada yang adakalanya kecundang secara tiba-tiba.

Syukur kepada Allah, memberi kekuatan kepada saya dan terima kasih kepada pembaca, peminat dan pengkritik yang telah menyedarkan lena dan duka saya yang panjang…
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah khabar gembira kepada orang yang sabar. (iaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “innalillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (Al-Baqarah: 155-156).

Di petik dari blog :http://ertihiduppadamemberi.blogspot.com

Si Beloot : Sabarlah menghadapi derita, Allah sentiasa mendengar keluhanmu !

Categories: Al Beloot, Santai, Umum

Diari Isteri vs Diari Suami

Salam pecah perut jerangkung…

BUKU HARIAN ISTERI

Malam Minggu – Dia berkelakuan aneh. Sebelumnya kami berjanji bertemu di Cafe. Aku shopping seharian dengan kawan-kawan, sehingga mungkin dia kesal karena aku agak lewat sampai di Cafe, tapi dia tak bercakap.
Dia tak bercakap langsung, jadi aku ajak dia pergi ke tempat yang agak sunyi supaya kami dapat berbincang, dia setuju tapi tetap diam membisu. Aku tanya apa yang salah, dia jawab, “Tak ada”.
Aku tanya apakah kesalahan ku yang membuatnya kesal. Dia kata hal ini tak ada kaitannya dengan ku dan minta aku tak usah sibuk.

Dalam perjalanan pulang, ku katakan aku mencintainya, dia cuma tersenyum tipis dan tetap membisu. Aku tak dapat menjelaskan perangainya petang itu. Aku tak habis-habis berfikir kenapa dia tak menjawab, “Aku cinta kamu juga”.

Sesampainya dirumah, aku merasa kehilangan dia, dan seolah-olah dia tak menghendaki ku lagi. Dia hanya duduk dan menonton depan TV; dia terlihat jauh dan menghilang…..
Akhirnya aku putuskan untuk tidur. Lebih kurang 10 minit kemudian, dia masuk ke kamar. Aku tak tahan lagi, ku putuskan untuk menghadapinya dan menanyakan soal sebenarnya, tapi dia langsung tertidur. Aku mulai menangis sampai tertidur. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Hidupku terasa bergoncang…..

BUKU HARIAN SUAMI

Hari ini LIVERPOOL kalah. SIALLLLL!!!

Si Beloot : hampeh…

Categories: Al Beloot, Santai
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.